Sponsor

Sabtu, 05 Juni 2010

Rahasia Doa

Rahasia Doa
Saya menulis postingan ini, karena terdorong oleh beberapa e-mail yang masuk pada saya. Dan beberapa orang yang telah saya bimbing dalam pengamalan doa. Di antara mereka ada yang mendesak untuk segera doanya lekas terkabul. Seakan saya yang kuasa mengabulkan doa. Padahal kedudukan saya sebagai manusia biasa tidak punya kekuasaan apapun dalam urusan terkabulnya doa. Saya hanya menyampaikan yang saya tahu dan pernah saya amalkan dan masih saya amalkan selama ini. Yang tentunya sudah merasakan fadhilah dari doa yang saya tulis. Yang kuasa mengabulkan Doa hanyalah Allah, bukan Nabi, Wali atau para solihin apalagi saya manusia biasa yang banyak dosa.
Saudaraku seiman dan seagama, yakinlah dengan berdoa kita tidak akan rugi, walaupun doa yang kita panjatkan tidak sesuai dengan harapan kita. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik buat kita. Allah yang menciptakan kita tentu lebih memahami kebutuhan kita.
Baiklah saudaraku , saya akan masuk pada pembahasan tentang doa semoga bermanfaat.
Doa, adalah suatu kata yang sudah sangat kita kenal, bahkan mungkin kita sudah mengetahuinya sejak kita berada di dalam kandungan ibu.
Doa juga selalu menjadi pegangan setiap orang di kehidupan ini, dan memang seharusnya demikian adanya. Kita tidak mungkin melupakan doa di dalam hidup kita.
Tetapi, ada sebagian dari kita ini, yang merasa bahwa doa yang dia panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kok tidak pernah dikabulkan. Padahal mereka ini selalu berdoa di setiap langkah kehidupannya.
Pasti di setiap doa kita, selalu meminta kepada Tuhan...rejeki yang melimpah, agar kita bisa hidup enak dan bahagia. Dan, ternyata itu tidak pernah terjadi. Mengapa?
Masih banyak orang yang merasa, bahwa betapa sulitnya mereka mencari rejeki untuk kehidupannya sendiri. Sangat banyak diantara kita, yang kebingungan mencari cara untuk memperoleh rejeki. Bekerja dengan sangat keras, semata-mata untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak, tetapi tetap saja hanya memperoleh sangat sedikit, atau bahkan tidak mendapatkannya sama sekali.
Yaa, mereka inilah yang seringkali merasa "dianaktirikan" oleh Tuhan, karena kok doa mereka tidak pernah dikabulkan Tuhan.
Dalam hal ini, saya sekedar ingin mengingatkan kepada kita semua, termasuk juga diri saya sendiri; bahwa sebenarnya Tuhan selalu mengabulkan doa setiap manusia, dengan melalui 3 (tiga) cara, yaitu:
  1. Doa yang secara langsung dikabulkan:
    Ini bisa langsung dinikmati oleh orang yang berdoa, diberikan Tuhan sesuai dengan apa yang didoakan tersebut. Ini biasanya doanya para ulama/kyai, wali Tuhan, nabi, dan rasul.
    Yang dimaksud dengan langsung dikabulkan bukan berarti doa itu langsung saat kita selesai berdoa, saat itu pula doa kita di jawab, tapi bias memakan waktu sehari, seminggu, sebulan, setahun atau bahkan puluhan tahun. Yang dimaksud dikabulkan bias juga doa kita dikabulkan hari itu juga, karena memang Allah Kuasa Melakukan Apapun. Bagi Dia tidak ada hal yang mustahil termasuk mengabulkan permohonan kita saat itu juga. Yang dimaksud dengan doa kita langsung dijawab atau dikabulkan, ialah doa kita dijawab Allah selama kita masih di dunia, dan tanpa digantikan dengan yang lainnya.

  1. Doa yang dikabulkan dengan cara digantikan:
    Keinginan doa tersebut, diganti oleh Tuhan dengan suatu hal yang pasti lebih baik. Misalnya, orang berdoa untuk memperoleh uang banyak, dan doanya diganti oleh Tuhan dengan menyelamatkannya dari marabahaya yang mengancam jiwanya.

  1. Doa yang dikabulkan dengan cara digantungkan:
    Inilah sebenarnya doa yang dikabulkan untuk sebagian besar umat manusia, termasuk kita semua yang merasa sebagai manusia biasa. Doa yang digantungkan, artinya adalah, bahwa doa yang kita panjatkan kepada Tuhan tersebut "sudah dikabulkan oleh Tuhan", tetapi dalam kondisi "masih menggantung di atas", yang harus kita raih jika kita ingin segera mendapatkan hasil dari doa kita.
    Istilah "digantungkan" ini, memberikan pemahaman bagi setiap orang, bahwa diperlukan suatu upaya semaksimal mungkin dari diri kita masing-masing; untuk meraih "yang digantungkan tersebut". Jika kita tetap berusaha dengan gigih, fokus, pantang menyerah dan selalu bersemangat positif, maka niscaya akhirnya doa kita pasti bisa kita dapatkan. Setinggi apapun Tuhan menggantungkan "doa yang telah dikabulkan-Nya", pasti kita dapat meraihnya, jika kita punya kemauan dan keuletan dalam berusaha meraihnya.
Pemahaman tentang terkabulnya setiap doa kita, seperti uraian saya di atas adalah sangat penting. Jika Anda sudah memahami, bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa selalu mengabulkan doa yang kita panjatkan ke Dia, maka kita tidak akan mudah menyalahkan Tuhan. Sebaiknya kita "introspeksi diri", sejauh mana kita sudah berusaha meraih doa-doa kita sendiri tersebut.
Kita ambil contoh dari fakta sejarah Nabi Kita Yunus a.s. Tatkala beliau dimasukan Allah ke dalam perut ikan Nun. Beliau selalu mengucapkan Kalimat “ laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzolimin” Kalimat pengakuan Bahwa tidak Tuhan yang patut di sembah selain Allah, mensucikan-Nya yang diikuti atas pengakuan kedhaliman diri. Yang pada akhirnya Allah SWT mengeluarkan beliau dari perut ikan selang beberapa waktu.
Ini bisa dijadikan contoh bagaimana ketika mau berdoa agar dapat lekas terkabul. Diantaranya sebelum kita berdoa terlebih dahulu mengesakan Allah, mensucikan-Nya dan mengakui dulu kedhaliman kita sebagai makhluk yang diciptakan-Nya yang sepatutnya memurnikan ibadah pada-Nya dengan semurni-murninya. Memohon ampunan atas segala dosa. Karena memang di atara penyebab terhalangnya doa ialah dosa-dosa kita yang belum sempat kita memohon ampunan-Nya.
Dan yang paling penting jangan terlalu mendikte pada-Nya, seakan apa yang menjadi hajat kita adalah yang terbaik bagi kita. Padahal belum tentu menurut Allah. Sebaiknya serahkan semuanya pada Allah untuk memilih mana yang terbaik bagi kita.
Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
NB: bagi saudaraku yang ingin bimbingan langsung masalah doa silahkan kirimkan email ke : insya.allah.bisa.kaya@gmail.com